Hari ini tanggal 31 desember 2014 dan status-status yang lalu lalang di beranda medsos saya dipenuhi kata-kata kek gini "Finally, kita tiba di penghujung akhir tahun 2014...", "the last day on 2014", "goodbye 2014", "terimakasih banyak 2014" dan masih banyak lagi ekspresi yang ditumpahkan di medsos khusus untuk hari ini...
Yup setiap tahun kita bakal disuguhin status-status macam ini tiap menjelang tutup tahun, fenomena ini kadang ikut buat saya berpikir kenapa kita kudu melewati hal-hal macam gini?, kenapa kita perlu menghadapi yang namanya pergantian tahun? bukannya 2015 = 2014 + 1? bukannya kita cuma memasuki tahun yang baru? bukannya kita semua selalu menghadapi sesuatu yang baru tiap harinya? jadi kenapa tahun baru itu berasa "spesial"?
Mungkin jawaban semua pertanyaan tadi masih sama seperti posting saya sebelumnya yaitu "waktu", manusia bisa dibilang ibarat dua sisi mata pisau di satu sisi sangat menjujung tinggi waktu di sisi yang lain menyia-nyiakan waktu. Kita gak akan pernah sadar waktu sudah jauh berputar kalo kita belum mendekati "akhir" dari suatu proses. Kita baru sadar bahwa semua sudah berlalu ato sudah terlambat untuk memulai atopun ngelanjutin proses tersebut.
Di hari ini, di penghujung tahun 2014 kita semua kembali disadarkan oleh cepatnya sang waktu berputar ninggalin kita yang terus berdiam diri dan stuck di tempat yang sama. Di hari ini kita kembali sadar bahwa kita gak bisa kembali ke hari kemaren, bulan kemaren, 2 bulan kemaren, ato bahkan ke awal tahun 2014 lagi. Dan di hari ini juga kita tau bahwa setiap detik yang sudah kita lalui di tahun ini selalu memberikan berbagai macam kenangan yang berbeda yang mungkin gak akan pernah terulang lagi di detik-detik berikutnya.
Ngomongin masalah "detik", jika 1 tahun ini kita melalui 365 hari, dimana 1 hari itu 24 jam, 1 jam 60 menit dan 1 menit 60 detik maka banyaknya detik yang harus kita lalui untuk tahun ini sama dengan 365*24*60*60 atau 31.536.000 detik. Mungkin hanya tertinggal sekitar 50 ribu detik lagi untuk tahun ini. Pertanyaannya adalah apa saja yang kita lakukan selama 31,5 juta detik itu selama tahun ini? apakah kita termasuk manusia yang memanfaatkan setiap detik tersebut atau menyia-nyiakannya?
Beberapa orang yang merasa menggunakan setiap detik tersebut dengan baik pasti akan menganggap tahun ini adalah tahun yang hebat buat mereka, dan begitu pula sebaliknya akan ada banyak orang yang menganggap tahun ini bukan tahun yang terlalu baik buat mereka dengan berbagai macam alasan termasuk penyesalan telah menyia-nyiakan setiap detik yang tersedia di tahun ini. Setiap tahun itu ibarat tabungan "waktu", kita punya modal sebanyak 31,5 juta detik yang akan berkurang setiap saat. Bagi "pengusaha" waktu pasti waktu tersebut akan lebih dari cukup untuk "memenuhi" kebutuhan investasinya, sedangkan bagi "konsumen" waktu jelas jumlah detik tersebut akan jauh dibawah kata cukup.
Dan sekarang kita semua menatap tahun yang baru, yang katanya memberi harapan baru. Yup, setiap manusia akan sekalu menjadi pribadi yang optimis selama masih memiliki harapan. Setiap harapan akan selalu membutuhkan pengorbanan, dan pengorbanan yang paling besar pasti lah dari "tabungan" waktu tadi. Kita gak akan bisa mewujudkan harapan kita tanpa menggunakan modal waktu. Dan sayangnya modal waktu yang kita miliki akan terus berkurang sejak kita memasuki detik pertama di tahun yang baru.
Semua orang bisa menyampaikan resolusi untuk tahun 2015, bahkan memamerkannya di media sosial agar terkesan bersungguh-sungguh dalam menatap tahun 2015, tapi sayangnya gak semua orang bisa melaksanakan resolusi tersebut. Dan saya pernah ngebaca sebuah sarkasme seperti ini kira-kira "my goal for 2015 is to acomplish the goal of 2014, which i should have done in 2013, because i promised them in 2012 and planned them in 2011". Semuanya sudah direncanakan dan diresolusikan di setiap tahun sebelumnya dan sayangnya gak pernah terealisasi, kenapa? ya tentunya karna kita semua sering gak sadar "modal" kita selalu berkurang setiap saatnya tapi permintaan kita selalu melebihi modal yang kita punya.
Semua orang bisa menyampaikan resolusi untuk tahun 2015, bahkan memamerkannya di media sosial agar terkesan bersungguh-sungguh dalam menatap tahun 2015, tapi sayangnya gak semua orang bisa melaksanakan resolusi tersebut. Dan saya pernah ngebaca sebuah sarkasme seperti ini kira-kira "my goal for 2015 is to acomplish the goal of 2014, which i should have done in 2013, because i promised them in 2012 and planned them in 2011". Semuanya sudah direncanakan dan diresolusikan di setiap tahun sebelumnya dan sayangnya gak pernah terealisasi, kenapa? ya tentunya karna kita semua sering gak sadar "modal" kita selalu berkurang setiap saatnya tapi permintaan kita selalu melebihi modal yang kita punya.
Finally, di penghujung tahun ini kita semua kembali berharap sesuatu yang baru, sesutu yang lebih baik, sesuatu yang perlu dilakukan di tahun 2015. Pertanyaannya bagaimana kita mengelola modal sebanyak 31.536.000 detik yang ada di tahun 2015 untuk menghasilkan hal-hal yang kita inginkan? Jangan takut akan kehabisan waktu karna pada dasarnya waktu kita akan selalu berkurang setiap saat, lakukan hal-hal yang bisa membuat kita merasa waktu kita gak akan terbuang percuma...
Oh iya ngomong-ngomong, resolusi saya untuk tahun 2015, saya pengen bisa bangun lebih pagi dari tahun-tahun sebelumnya~
Have a good new year~
Oh iya ngomong-ngomong, resolusi saya untuk tahun 2015, saya pengen bisa bangun lebih pagi dari tahun-tahun sebelumnya~
Have a good new year~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar